Resensi Buku Sayap-Sayap Patah by Kahlil Gibran

 
Judul buku : Sayap-sayap patah
Pengarang : Khalil Gibran
Penerjemah : M.Ruslan Shiddieq dari The Broken Wing
Penerbit : PT. Dunia Pustaka Jaya
Tebal buku : 155 hal + XXV pendahuluan referensi
Cetakan pertama : tahun 1986


Cinta adalah salah satu anugrah yang tak ternilai harganya. Tanpa adanya cinta hidup terasa hampa. Oleh sebab itu jagalah cinta dengan kesetiaan, kejujuran, dan saling dapat menjaga hati jangan sampai ternoda hanya untuk kepuasan diri semata yang akan menyesal pada akhirnya.
Ungkapan itulah yang menjadi dasar ditulisnya novel "Sayap-sayap patah" oleh Khalil Gibran, penyair, filosof dan pelukis yang berasal dari Lebanon ini. Sayap-sayap patah ini merupakan karya Khalil Gibran yang di nilai sangat indah yang mengisahkan nasib yang mematahkan sayap-sayap cinta Gibran pada seorang gadis Lebanon bernama Seima Karamu.
Buku sayap-sayap patah ini ceritanya diawali perkenalan seorang laki-laki baya yang sangat kaya raya di tanah Lebanon ini. Dari cerita-ceritanya dan juga pengenalan Gibran di ketahuilah, bahwa laki-laki itu bernama Fahris Effendi, yang ternyata adalah teman karib ayah Khalil Gibran pada semasa mudanya.
Perkenalan mereka tidak hanya sampai di sini saja, setiap ada waktu yang luang Gibran sering mengunjungi ke rumah Faris. Dan di awali dari semua itu , kenallah dia dengan anak Farris bernama Seima Karamu. Karena saling bertemu dan bertukar fikiran antara Gibran dan Seima , akhirnya tumbuhlah bunga cinta antara keduanya . Akan tetapi takdir lebih kuasa , cinta keduanya haruslah patah karena pendeta di Lebanon meminang Seima untuk keponakannya yang bernama Mansur Bey Galib. Tetapi pilihan pendeta pada Seima bukan karena kecantikannya dan jiwanya yang agung, namun semata-mata hanya karena harta ayahnya .
Perkawinan adalah merupakan masa paling bahagia yang di alami bagi keluarga mempelainya. Tetapi tidak bagi farris dan Seima, perkawinan Seima dan Mansur membuat kepedihan Seima semakin mendalam. Mansur adalah seorang laki-laki yang suka melampiaskan seksualnya dengan wanita belian dan tiada hari tanpa menyiksa dan meremukkan hati Seima. Karena penderitaan bertubi-tubi, akhirnya terhapuslah semua duka lara Seima oleh sang maut yang menhemput ajalnya.
Nah,dalam buku sayap-sayap patah ini, Gibran menggambarkan cinta dan ketulusan hati takkan pernah sirna oleh apapun dan cinta adalah tunas pesona jiwa . Sungguh banyak hikmah yang dapat diambil dari buku Khalil Gibran ini. Kesimpulannya bahwa cinta akan lebih kuat seperti benteng yang kokoh dan gagah yang menghadang serangan serdadu yang bersenjatakan lengkap.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

11 Response to "Resensi Buku Sayap-Sayap Patah by Kahlil Gibran"

  1. Budianto says:
    Rabu, 25 Desember 2013 pukul 21.54.00 WIB

    pabila cinta memanggilmu, ikutllah ia walau jalanya terjal berliku,
    dan pabila sayapnya meranghkummu pasrahlah serta menyerahlah, walau pedang disela sayap itu menusukmu..

  2. Unknown says:
    Rabu, 25 Desember 2013 pukul 23.42.00 WIB

    Hohoho..bagus.nice :)

  3. Hasanatul Fu'adah Amran says:
    Kamis, 26 Desember 2013 pukul 23.42.00 WIB

    karyanya Kahlil Gibran emeng selalu mantap :) thanks resensinya ida :)

  4. Unknown says:
    Kamis, 26 Desember 2013 pukul 23.46.00 WIB

    Selalu mantap dan kata" dsetiap bukunya selalu mengundang decak kagum :)

  5. Aulia Hakim Yuslima says:
    Jumat, 27 Desember 2013 pukul 09.47.00 WIB

    bagus bagus,
    yuslimaulia.blogspot.com

  6. Unknown says:
    Jumat, 27 Desember 2013 pukul 10.14.00 WIB

    makasih.makasih

  7. Unknown says:
    Jumat, 27 Desember 2013 pukul 12.50.00 WIB

    udh lama gagg baca ttg Kahlil Gibran
    heemzz -_-

  8. Unknown says:
    Jumat, 27 Desember 2013 pukul 14.34.00 WIB

    Ayo beli bukunya trus dbaca :)

  9. Unknown says:
    Selasa, 26 Juli 2016 pukul 09.58.00 WIB

    My favorite book

  10. Unknown says:
    Selasa, 26 Juli 2016 pukul 10.05.00 WIB

    My favorite book

  11. bisotisme.com says:
    Minggu, 16 Oktober 2016 pukul 10.43.00 WIB

    Novel abadi ini emang inspiratif kak :)

Posting Komentar